Tingginya harga tiket maskapai penerbangan Wings Air rute Dobo-Ambon yang hampir mencapai 3 juta rupiah sekali penerbangan disikapi oleh Bupati Timotius Kaidel dengan mencari alternatif penerbangan lain. Saat ini, penerbangan rute Dobo-Ambon hanya dilayani oleh satu maskapai (wings air) dengan harga tiket yang relatif tinggi, hal mana berdampak pada preferensi pengguna jasa layanan penerbangan. Tingginya harga tiket ini juga berpengaruh terhadap occupancy pengguna layanan, yang lebih banyak didominasi oleh ASN yang bertugas di Dobo. Kondisi ini sangat berdampak pada purchasing power parity atau daya beli Masyarakat terhadap layanan jasa penerbangan dimaksud.
Menyikapi kondisi ini, maka Bupati Timotius Kaidel berinisiatif untuk mencari alternatif maskapai penerbangan lain, yang diharapkan akan dapat mengisi rute Dobo-Langgur PP. Salah satu maskapai yang cukup berpengalaman terutama untuk penerbangan perintis di wilayah 3T adalah Susi Air, yang saat ini melintasi rute penerbangan Dobo-Fakfak. Untuk membincangkan usulan penerbangan dimaksud, maka Bupati Kepulauan Aru didampingi Kepala Dinas Perhubungan Edwin Pattinasarany, telah beraudiansi dengan Nadine Kaiser selaku Managing Director Susi Air pada tanggal 30 Juli 2025 di Jakarta. Dalam audiance dimaksud, telah didiskusikan beberapa alternatif pembiayaan penerbangan rute Dobo-Langgur, baik metode Full Block Seat, Semi Block Seat maupun usulan penerbangan perintis ke Kementerian Perhubungan. Dalam kesempatan itu, Bupati Kaidel berkeingian agar harga tiket penerbangan Dobo-Langgur dapat ditekan semaksimal mungkin, agar masyarakat kecilpun dapat menikmati layanan penerbangan. Perbicangan akan dilanjutkan setelah Bupati Kepulauan Aru bertemu langsung dengan Ibu Susi Pudjiastuti selaku Owner Susi Air dalam waktu dekat. Disamping itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru melalui Dinas Perhubungan akan menyampaikan usulan penerbangan perintis ke Ditjen Perhubungan Udara untuk rencana Public Service Obligation (PSO) bulan November yang akan datang.